Wall Street Dibuka Melemah Usai Negatifnya Data Ekonomi AS.
NEW YORK - Wall Street dibuka sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat karena menimbang data ekonomi yang masih hangat. Penurunan tersebut terjadi sehari setelah semua tiga indeks utama ditutup di rekor tertinggi untuk pertama kalinya sejak tahun 1999.
Mengutip laman Reuters, New York, Jumat (12/8/2016), tak diduga data pertumbuhan penjualan ritel bergerak flat dan penurunan indeks harga produsen untuk Juli telah menyakiti sentimen investor.
Data yang lemah juga bisa mencegah Federal Reserve dari menaikkan suku bunga tahun ini.
Trader memperkirakan 41,6 persen kesempatan dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember, turun dari 45 persen pada Kamis, menurut alat FedWatch CME Group.
Indeks keuangan S & P 500 turun 0,5 persen dan merupakan penurunan terbesar di antara tujuh dari patokan 10 indeks utama yang berada di zona merah.
Saham Bank of America (BAC.N), JPMorgan (JPM.N), Citigroup (C.N) jatuh antara 0,8-1,0 persen dan berada di antara lima saham atas yang terseret S & P.
Goldman Sachs '(GS.N) 0,8 persen penurunan berat paling di Dow.
Indeks Dow Jones Industrial Average DJI turun 33,45 poin, atau 0,18 persen di 18,580.07. S & P 500 turun 3,06 poin, atau 0,14 persen, pada 2.182,73. Nasdaq Composite .IXIC turun 6,45 poin, atau 0,12 persen, pada 5.221,95.
Lebih baik dari perkiraan laba triwulanan dan data ekonomi yang kuat sejak akhir Juni telah mendorong S & P 500 untuk serangkaian rekor tertinggi sejak Juli dan mengangkat valuasi histori di atas rata-rata.
Indeks harga sekira 17 kali laba ke depan, dibandingkan dengan rata-rata historis 10 tahun dari 14, menurut data Thomson Reuters.
"Kami tidak murah lagi. Orang-orang menyadari bahwa inflasi rendah, suku bunga bank rendah dan sentral menopang pasar," kata John Canally, kepala strategi ekonomi di LPL Financial.
"Agustus dan September biasanya bulan-bulan terburuk tahun ini karena tidak ada perdagangan sehingga setiap gerakan diperburuk."
Nvidia (NVDA.O) naik 5,6 persen setelah pembuat chip melaporkan pertumbuhan penjualan kuartalan tertinggi dalam hampir lima tahun. saham itu persentase pemenang teratas di antara S & P perusahaan.
Acacia Komunikasi (ACIA.O) melonjak 25,5 persen menjadi USD85,09 setelah penjualan kuartal kedua perusahaan dua kali lipat dan Needham menaikkan target harga USD100 dari USD65.
Source: economy.okezone.com
Image credited to economy.okezone.com and cdn-media.viva.id< /u>
